#2 SIDANG SKRIPSI: TIM HORE
Alhamdulillah, rasa syukur tidak terkira pada salah satu perkara yang dinantikan akhirnya terselesaikan. Jazakumullahu khair kepada seluruh pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung hingga titik ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga berkah rahmat illahi melimpahi jasa-jasa kalian..
Seputar Pondok Pesantren Nurul Amin Muhammadiyah Alabio
Di daerah Alabio terdapat sebuah pondok pesantren yang sederhana tapi patut diacungi jempol.
Paradigma Penjara Suci
Tentu pembaca sudah tau kan apa makna sebenarnya dari istilah penjara suci?. Ya… penjara suci adalah istilah sebutan untuk Pondok Pesantren.
Kemah Kader Sebagai Pemeriah Milad IMM ke 52 di Kalimantan Selatan
Salah satu bentuk pemeriahan milad IMM ke 52 yang dipersembahkan oleh IMMawan dan IMMawati Kalimantan Selatan adalah kemah kader yang diikuti oleh PC dan PK IMM se Kalimantan Selatan pada jum'at-sabtu, 18-20 Maret 2016 di lapangan SD Alam Landasan Ulin Banjarbaru.
Penghujung Periode
Ikatan Mahasiswa muhammadiyah Universitas lambung Mangkurat Banjarmasin
Tuesday, February 1, 2022
Kemah Santri: Tips Persiapan Berkemah
Saturday, December 12, 2020
Pelajaran diantara Turunnya Hujan
Tuesday, September 29, 2020
Motivasi Donor Darah
Itulah motivasi awal saya untuk mendonorkan darah. Pada awal mendapat kartu, orang tua dan kakak saya mengejek "Berarti setelah dapat kartu gak mau donor lagi no?". Walapun motivasi awal adalah mendapat kartu donor darah namun bukan berarti setelah mendapatkan apa yang saya inginkan kemudian berhenti untuk berbagi darah. Di setiap kali donor yang belum mempunyai kartu saya selalu berusaha meluruskan niat, dan semoga Allah menerima amal ini amiin.🙏
Menjadikan hal-hal bermanfaat sebagai pijakan mencapai cita-cita secara tidak langsung membuat kebiasaan baik bagi diri.
Setelah masuk dunia perkuliahan, makan, tidur, istirahat, olah raga bisa tidak teratur, sehingga tak jarang ditolak saat jadwal donor. Hb lah rendah, tensi lah rendah. Sehingga sekarang ketika diterima donor darah kembali ada kepuasan dan kesenangan tersendiri.
Ada sedikit tips bagi yang memiliki kebiasaan tensi rendah, di keluarga saya rata-rata memiliki tensi yang rendah, sehingga sebelum berangkat donor kami selalu minum kopi agar membantu menaikkan tensi darah, tidak perlu banyak, cukup beberapa teguk insyaa Allah sudah berpengaruh.
Semoga terus bisa berbagi dan bermanfaat, berbagi ekonomis, sudah secara tidak langsung ketika donor itu periksa kesehatan gratis, regenerasi darah, dapat bingkisan pula ketika pulang 😁, apalagi kalau donor saat bulan puasa, bisa dapat sirup tanpa mengurangi bingkisan-bingkisan khas lainnya.
Semangat, Yuk donor darah!!!
Monday, July 27, 2020
Renungan
Thursday, January 23, 2020
Next Ortom: Nasyiatul Aisiyah
Rasanya ingin balik kanan kembali pulang...
Tuesday, November 26, 2019
#2 SIDANG SKRIPSI: TIM HORE
Thursday, September 26, 2019
Perkaderan Itu Candu: Akhirnya Jadi Peserta
![]() |
| Setelah olah raga & game pagi (bukan mahasiswa UMB tapi serasa kampus milik sendiri :D) |
Seringkali kita perlu bantuan jembatan untuk sampai ke seberang jalan. Entah peribahasa apa yang sesuai untuk ringkasan cerita kali ini. Barangkali anak baik menantu molek atau bagai mendapat durian runtuh atau mendapat badai tertimbakan.
Sepekan yang lalu saya mengikuti kegiatan perkaderan lanjutan. Seperti pada umumnya dalam keikut sertaan menjadi peserta pada sebuah kegiatan tentu ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Namun, dari beberapa perkaderan yang sudah saya ikuti, mungkin ini adalah perkaderan yang perjalanannya untuk menjadi peserta begitu berat dan berkesan namun saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada banyak pihak. Kalaupun disebutkan memang nampak biasa saja, tapi jujur itu sangat mengugubkan.
Selain perjalanan proses berhasil menjadi peserta, ternyata perkaderan kali ini juga meninggalkan kesan mendalam tersendiri. Selain di hari-hari pelaksanaannya yang tentu penuh dengan moment-moment sulit terlupakan. Walaupun peserta yang mendominasi adalah teman-teman yang sudah sangat kenal lama, tidak sekedar kenal bahkan kebiasaan merekapun saya hafal. Ada satu hal yang benar-benar dirindukan setelah sekian lama. Tulisan dalam amplop dari kertas sobekan yang saling diberikan oleh para peserta, ternyata salah satu isinya membuat diri ini tertegun dan bergetar. Pesan singkat yang rasanya sudah lama tidak pernah disampiakan oleh siapapun. Entah dia menuliskannya memang dalam keadaan sungguh-sungguh atau sekedarnya saja, yang jelas itu seakan membangkitkan semangat yang sudah lama redup walau alhamdulillah tidak sampai mati.
Yang jelas semua ini telah di atur oleh Allah, mungkin ini adalah cara Allah untuk mengingatkan hambanya yang lalai. Berharap Allah menuntun agar meluruskan niat dan membangkitkan semangat ini bukan karena makhluknya tetapi tetap karena-Nya.
Terima kasih teman kau telah menuliskannya dan teman-teman seperjuangan yang telah menambah cerita hidup saya.
![]() |
| Dari belakang kiri Ka Faridha, ka Rochman, Yusuf, Ayu Pur Ridha, Nabila, Aulia (Gaya muha cakah katanya 😎) kurang airul |
![]() |
| Bersama salah satu pemateri (Mumpung semua peserta lengkap jadi foto ini yang dipilih 😅) |
![]() |
| Ada rahasia cerita dibalik foto ini (Alhamdulillah ada foto lengkap peserta di dalam ruangan walau dari hasil screen shoot video 🙆) |
Sampai jumpa di kita yang terus lebih baik lagi dari hari ke hari.
(Kunwa)
Tuesday, July 23, 2019
Kembali Menjadi Santri
Niat awal mau menulis kegiatan setiap harinya selama di pesantren, jadi seperti 30 hari bercerita, tetapi setelah difikir-fikir kegiatan di pesantren kan katanya monoton cuma bangun tidur, mandi, ngaji, makan, ngaji lagi, terus ngaji lagi, bahkan sambil tidur juga ngaji lagi dan seperti itu saja terus. Lalu kalau setiap hari harus menulis cerita itu akan sangat membosankan, mungkin saya cuku hanya dengan copy paste. Walakhir, saya memutuskan untuk merangkum cerita per pekannya saja. Nanti mari kita buktikan apakah kegiatan di pesantren hanya monoton?!
Hampir semua santri tentu selalu berfikir ketika masih menjadi santri selalu ingin cepat-cepat keluar dari penjara nan suci tersebut. Ya penjara suci adalah sebutan dari pesantren. Namun anehnya ketika benar-benar sudah keluar dan bebas akan selalu muncul kerinduan-kerinduan akan dunia pesantren.
Pantau terus tulisan receh ini dan nantikan cerita pengalaman pribadi kembali menjadi santri. (Kunwa)
Thursday, February 28, 2019
Penghujung Periode
Warna ber-ikatanku semakin beragam
Kalian goreskan dengan penuh semangat
Semangat bergentar
Semangat beramal
Semangat berjalan
Semangat bermarah
Semangat beremosi
Semangat berbahagia
Semangat bermalas
hingga semangat tak berbalas
Terima kasih
Mataku menjadi bersih
Tak jarang dia mengalir
Hati perih
pikiran pening
kepala pusing
handphone tak berdering
Sendiri
Saat itu yang kurasakan
Ingin menyerah
karena tak tau arah
Ternyata tidak!
Lagi-lagi ku tak suka menyerah
Ku memilih berpindah
Kejutan bagiku
Kalian yang hadir untukku
Aku lesu
karena tak bernafsu
ku nafsu
tetapi ku tersipu
Mungkin inilah jalanku
Bismillah
Aku menikmati
hingga lupa diri
Ada rumah yang harus ku hidupi
Maafkan aku yang jauh dari sempurna
Aku bukan alat pemuas
Apalagi alat pengabul
Aku hanya manusia sederhana yang suka berkelana
Maafkan aku
Sebatas itu yang ku mampu
Inilah aku dengan segala kekuranganku
Semoga Allah memberkati aku, kamu, dia, mereka, dan kalian
Nestapa
Wednesday, February 20, 2019
Rindu
Saturday, September 15, 2018
Menerima
Menerima adalah bukan kata yang sederhana. Jika ada anggapan bahawa menerima adalah sederhana maka saya sangat kagum padanya.
Menerima erat kaitannya dengan ikhlas. Iklas dengan segala sesuatu yang terjadi dengan lapang dada.
Dihujani dengan kenyataan-kenyataan tidak sesuai ekspektasi, masalah-masalah hati, persahabatan, pertemanan, kekeluargaan, hubungan, pasangan lalu harus belajar untuk mengikhlskan
Kunci menerima perlu keikhlasan maka liberasi ikhlaspun harus diputuskan. Tidak bisa berhenti sampai menggali sedalam-dalamnya lalu menimbun, namun bergulatlah dengan semua timbunan tanah itu. (Kunwa)
Friday, June 8, 2018
Paradigma Penjara Suci
![]() |
| Prosesi perpisahan dengan segala kesederhanaan yang meninggalkan sejuta kesan di Pondok Pesantren tercinta Nurul Amin Muhammadiyah Alabio |
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan niat baik dan ikhtiar dari si orang tua yang menginginkan lingkungan yang lebih baik untuk anaknya. Namun perlu disadari sebelum ingin mendaftarkan anak mereka di Pondok Pesantren harus ada pendahuluan dengan latar belakang atau pengantar dan alasan yang tepat dari orang tua. Bukan justru malah dengan kalimat
“jika kamu nakal kamu bapak/ibu masukkan ke pesantren”
“bapak/ibu tidak sanggup lagi mendidik kamu, akan kami masukkan ke pesantren” atau
“kamu sulit sekali diatur, bapak/ibu daftarkan ke pesantren”.
Wednesday, June 6, 2018
Problematika, Dilematika Ujian: Bagaimana, Pilih yang Mana
Hari ini saya kembali dikecewakan oleh diri sendiri. Akibat kenangan beberapa tahun lalu yang terukir bersama di masa putih abu-abu. Ini bukan kenangan biasa. Kita menjalani hampir 3 tahun. Dan semua kenagan itu hancur di akhir tahun ke 3. Sedikit mengecewakan, tetapi memang kehancuran itu sudah sesuai prosedur, sesuai perjanjian tak tertulis kita. Dan hari ini saya dibuat untuk teringat masa-masa itu. MALU…. Saya MALU dibuatnya….
Monday, June 4, 2018
Buka Stand Yakin Untung atau Berani Buntung
Rabu-jum'at, 2-4 Mei 2018 PK IMM ULM Banjarmasin ikut serta meramaikan bazar yang diadakan oleh Hima Pendidikan Ekonomi FKIP ULM. Sebenarnya setiap tahun masing-masing HIMA di FKIP selalu mengadakan bazar dalam acara diesnatalisnya, namun baru kali ini IMM ULM dibukakan hati dan diberi kekuatan siap menerima segala resiko.
Kalau berbicara tetangga stand tentu membuat kita ciut, bagaimana tidak, mereka pekerjaan utamanya adalah pedagang yang lumayan terkenal di Banjarmasin, sedangkan kami adalah mahasiswa yang aktif kuliah :D.
Hari pertama, rabu, kami belum bisa menjual apa-apa. Sebenarnya info mengikuti bazar ini sudah sejak lama tetapi karena entah kelalaian atau ada kesibukan yang menjadikan semuanya terbengkalai. Memang di akhir april lalu ada kegiatan besar yang juga saya sendiri menjadi panitia sekaligus instruktur dadakan di acara tersebut. Namun sebenarnya itu tidak bisa diterima untuk dijadikan alasan. Ya! itu memang kekurang kami yang bisa melalaikan.
Di hari kamis kami memulai untuk menjual beberapa produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah, ludes.
Di hari berikutnya, jum'at kami menjual produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah di hari itu kami bisa berbagi dengan orang lain. dalam artian produk kami tidak habis. Karena banyak kecerobohan yang kami lakukan.
Mungkin jika membaca beberapa paragraf di atas, pembaca sudah bisa menyimpulkan bahwa kami adalah orang yang ceroboh dan lalai. Namun, sebenarnya itu hanyalah godaan bagi para pembaca. Sampai batas mana pembaca dapat menahan rasa suudzonnya.
Kami masih sangat baru belajar dan merintis, apalagi darah muda adalah dara yang menggebu-gebu, sehingga masing-masing mempunyai darah yang panas. bagaimana bisa memanagemen para kaum muda jika tidak ada yang tua. Oleh dari itu kami memberanikan diri untuk membuka stand di bazar ini untuk menambah list pengalaman dan dapat mengambil pelajaran dalam kegiatan tersebut.
pelajaran pertama, sebegitu pentingnya akan sebuah prencanaan. dalam teori memang sudah pernah kami pelajari khususnya saya karena memang kebetulan background prodi adalah pendidikan ekonomi. namun hanya tau teori. disini akhirnya saya dapat benar-benar memaknai sebuah teori.
pelajaran kedua, makna sebuah kebersamaan. dalam mempersiapkan semuanya di hari H sampai kita perlu untuk bermalam. menghabiskan malam bersama para kader. di stand pun kami sering berkumpul dan membahas apapun. seakan-akan kami hanya menyewa untuk duduk-duduk.
pelajaran ketiga, pentingnya harus berani promosi. kalau dilihat bentuk promosi sangatlah mudah namun ketika sudah praktik terjun itu rasanya sangat berat keculai dengan teman-teman sebaya.
itu dulu yang dapat saya bagi. terutama yang dapat diambil dan dirasakan adalah menahan rasa sabar di hati.
terima kasih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lagi-lagi di sini aku harus terus belajar bersabar setelah aku lulus ujian kesabaran di Pondok pesantren. semoga Allah mengistiqomahkan hati untuk selalu ada Dia di hati saya.
dan perlu diketahui untung kami sangat sedikit tetapi kami puas
Monday, April 23, 2018
Saya, Kamu, Dia, mereka, kita dalam IMM: Satu Ikatan Se Nusantara
"Singkat cerita sebenarnya sempat terbesit di benak saya, ini kok responnya seperti ini, kira-kira berkenan tidak ya, dan banyak lagi pikiran-pikiran negative yang terlintas."
Beberapa moment yang sempat terabadikan, iya saat momen berfoto. PK IMM ULM Banjarmasin dan PK IMM UPI
Monday, March 12, 2018
Perjalananku Bersamanya
dan masih banyak lagi
Suatu masa
Kita pergi bersama lagi di sebuah kegiatan
Lagi-lagi kami pergi,
menggunakan motor masing-masing
Kami semakin dekat
Dekat sekali
Bahkan bisa dikatakan seperti mempunyai ikatan batin
Berfeeling satu sama lain
Saling dukung, saling mengingatkan
Teman berbicara terbaik
Aku berkeluh dengannya, pun dia
Tetapi, Kalian tau
Tidak selamanya,
Beberapa kali aku marah
Entahlah,
Terima kasih
Terima kasih atas semuanya
Teruntuk sahabat, keluarga, teman seperjuanganku IMMawati Aan
Sepenggal Ceritaku Bersamanya
Tahun ini telah menjadi hampir ke tiga tahun saya mengenalnya. Berawal dari yang hanya mengetahui nama panjang dan orang tuanya sampai mengetahui hal-hal yang menarik darinya, walaupun jujur saya masih belum bisa mengatakan "saya benar-benar mengenalnya".
Begitu banyak cerita hidup saya alami bersamanya sejak awal memasuki dunia perkuliahan. Memutar kembali awal cerita saya mengenalnya memang bukan dari ajakan seseorang, bukan dari melihat fotonya, itu terjadi begitu saja, tiba-tiba ingin mengenalnya dan harus tau tentangnya.
Saya bertanya dengan salah satu kakak kelas dulu ketika di ma'had yang juga satu perguruan tinggi dengan saya namun berbeda jurusan. Menanyakan apakah ada keberadaannya di PTN kami. Ternyata ada. Saya girang sekali saat itu, tak sabar untuk semakin mengenalnya. Walaupun tidak murni beraoh hanya dari PTN yang kami duduki. Aku selalu bertanya bertanya dan bertanya, 5W+1H lengkap. Dikenalkannya lah saya dengan seseorang yang konon kata kakak kelas saya lebih mengenalnya. Sore itu kita ber tiga membuat janji untuk bertemu. Saya sangat bersemangat. Seseorang teman kakak kelas saya memberikan formulir yang harus di isi untuk bisa lebih mengenalnya.
Singkat cerita saya resmi bisa bersamanya. Hari-hari, berganti minggu, bulan dan bulan. Rasanya sungguh berat. Saya sangat ingin berada dia antara mereka-mereka yang juga mengenalnya, bercanda, berkumpul, berkegiatan bersama dll. Namun apa!!!!. Kata orang, kita satu keluarga, kita semua saudara dan harus saling peduli, tetapi kenyataannya?????. Yaahhh apalah saya yang baru dan masih malu-malu ini.
Tak jarang saya berangkat untuk lebih mengenalnya dan pulang lagi. Tak sampai tempat tujuan, hanya karena tak punya gandengan, memang tidak ada mereka-mereka yang peduli, kepedulian yang hanya sampai di pesan line. Saya kecewa dan ingin berhenti dan menyerah untuk tetap bertahan. Ternyta, rasa ingin berhenati lebih berat dari pada bertahan.
Pernah suatu saat, saya ingin pindah, pindah tempat. Saya tidak ingin bergabung dengan mereka yang sekrang. Saya mengadu dengan teman-teman seperjuangan, "andaikan boleh, saya ingin pindah bersama kalian, walaupun saya tidak berkuliah di kampus kalian, saya ingin bertahan, tetapi sakit untuk bertahan".
Seiring berjalannya waktu, masa itupun terlewati. Sepanjang masa itu ada beberapa yang selalu membuatku kuat, salah satunyapun mereka. Saya termotivasi untuk tidak kalah menyerah dihadapan mereka. Alhamdulillah tetap masih ada dia yang selalu mengajak. Dan sekarang saya berada di posisi dia, sekarang saya sangat memahami apa dan bagaimana yang dia rasakan. Terima kasih sudah membuat saya tetap ingin bertahan.
Tersebut sepenggal konflik yang saya alami di awal mengenalnya.
Berbeda zaman akan berbeda pula tantangannya. Dulunya konflik dengan yang lebih dulu, sekarang konflik dengan sebaya dan lebih lambat mengenalnya.
Apalagi saat ini, periode ini saya di amanahi sangat berat sekali menjadi ketua umum semoga Allah memberikan ampunan, berkah, dan hidayah selalu, serta kuat tabah hati, Aamiin.
Pesan saya kepadamu, setiap orang berbeda, begitu juga minat dan gaya kepribadiannya. Bukan berarti tidak hadir, tidak ada ketertarikan atau tidak dipercayakan, bisa jadi lawan sudah memahami.
Saturday, February 10, 2018
Opini Kehidupan
Hidup itu simpel, yang ribet itu yang hanya memikirkannya saja.
*bukan berarti saya baik, hanya saja berusaha menuju baik hingga akhir hayat. Aamiin.
**hanya ingin berusaha baik, karena ingin menjadi orang baik, dan sebuah doa dan harapan, semoga kenyataan. Tentu seperti visi selalu memilih yang terbaik bukan????
Monday, January 29, 2018
Secuplik Mengenai Kelahiran
Menilik kebelakang, sejarahnya yang berawal hanya dari PK IMM IAIN Antasari Banjarmasin lalu berhasil memekarkan satu komisariat menjadi PK IMM Kayuh Baimbai Banjarmasin. Dan hari ini 17 Desember 2016 di Banjarmasin PK IMM Kayuh Baimbai Banjarmasin kembali berhasil memekarkan satu pimpinan komisariat baru.
Hari ini merupakan Musyawarah Komisariat pertama PK IMM Universitas Lambung Mangkurat bersama dengan PK IMM Kayuh Baimbai dengan tema "Transformasi Gerak Ikatan Demi Terwujudnya Tujuan Muhammadiyah".
Tentunya ini menjadi satu kebanggaan bagi kader IMM Banjarmasin sendiri khususnya PK IMM Universitas Lambung Mangkurat yang merupakan PT yang bukan PTM. Menjadi sebuah prestasi karena bisa mencetak kader kader yang pasti menghidupkan IMM di lingkungan kampusnya.
Dulu memang di Universitas lambung mangkurat sudah pernah memiliki Pimpinan Komisariat tetapi karena kadernya semakin hari semakin berkurang dan akhirnya hingga tersisa satu kader, setelah lulus vacumlah imm di Unlam.












































