Monday, March 12, 2018

Perjalananku Bersamanya

Kalian tau, dulu
kita tak saling mengenal
Aku tak kenal dia
Diapun tak mengenalku

Kalian tau,
Bagaimana kami bisa mengenal
Tentunya tak kenal begitu dalam,
hanya sebatas nama dan perguruan tinggi

Beberapa kali,
kita saling mengirm pesan
Berbalas pesan
Kita masih belum pernah bertemu
Rasanyapun biasa, tidak istimewa

Aku mengenalnya dari temanku
Dia keluarga temanku

Kalian tau,
Akhirnya
Kita berjanji untuk bertemu
di tempat yang sangat suci

Rumah Allah
Di sana menjadi tempat pertama ku melihatnya :)
Aku senang, akhirnya

Kita saling kirim foto 
Foto baju yang sedang dikenakan
Lucu, aneh
kenapa harus baju yang sedang dikenakan
kenapa tidak foto wajah saja
Tetapi, aku suka

Ketemu,
Aku tau kamu, kamu tau aku
Kita berbincang, sedikit.
Lalu kita membuat janji di sore hari untuk pergi bersama ke tempat itu
Aku senang

Hari itupun datang
Kita bertemu kembali, pergi menggunakan motor masing-masing

Kami mengikuti kegiatan yang sama
Lagi-lagi kami pergi, 
menggunakan motor masing-masing

Dikegiatan itu
Aku sering bersama dengannya, 
begitu juga dia

Masa ke masa 
Aku semakin dekat dengannya
Kami jadi sangat sering berbalas pesan
dari yang benar-benar penting ataupun sekedar saling sapa

Kalian tau,
tidak sekedar itu
Kami sering membuat janji untuk bertemu
sekedar duduk berbincang atau
makan bersama di luar
Saling menemani untuk berbelanja
dan masih banyak lagi

Suatu masa
Kita pergi bersama lagi di sebuah kegiatan
Ya!
Lagi-lagi kami pergi,
menggunakan motor masing-masing

Kami semakin dekat
Dekat sekali
Bahkan bisa dikatakan seperti mempunyai ikatan batin
Berfeeling satu sama lain
Saling dukung, saling mengingatkan
Teman berbicara terbaik
Aku berkeluh dengannya, pun dia

Tetapi, Kalian tau
Tidak selamanya,
kami mempunyai hubungan yang lancar
Beberapa kali aku marah
Mengacuhkannya
Entahlah,
dia pernah marah denganku atau tidak

Kami satu perkumpulan
Dan aku selalu berpartner dengannya
Hingga detik ini pun kita saling beriringan

Belakangan pun aku tau
Ternyta dia bisa memahami dan memaklumiku
Tandanya dia berusaha tidak pernah marah denganku
Maafkan aku,
Maafkan aku yang pasti pernah marah

Maafkan aku
Tetapi percayalah,
Buktiku menikmati pertemanan ialah pernahnya diriku marah

Terima kasih
Terima kasih atas semuanya

Teruntuk sahabat, keluarga, teman seperjuanganku IMMawati Aan



0 comments: