Tahun ini telah menjadi hampir ke tiga tahun saya mengenalnya. Berawal dari yang hanya mengetahui nama panjang dan orang tuanya sampai mengetahui hal-hal yang menarik darinya, walaupun jujur saya masih belum bisa mengatakan "saya benar-benar mengenalnya".
Begitu banyak cerita hidup saya alami bersamanya sejak awal memasuki dunia perkuliahan. Memutar kembali awal cerita saya mengenalnya memang bukan dari ajakan seseorang, bukan dari melihat fotonya, itu terjadi begitu saja, tiba-tiba ingin mengenalnya dan harus tau tentangnya.
Saya bertanya dengan salah satu kakak kelas dulu ketika di ma'had yang juga satu perguruan tinggi dengan saya namun berbeda jurusan. Menanyakan apakah ada keberadaannya di PTN kami. Ternyata ada. Saya girang sekali saat itu, tak sabar untuk semakin mengenalnya. Walaupun tidak murni beraoh hanya dari PTN yang kami duduki. Aku selalu bertanya bertanya dan bertanya, 5W+1H lengkap. Dikenalkannya lah saya dengan seseorang yang konon kata kakak kelas saya lebih mengenalnya. Sore itu kita ber tiga membuat janji untuk bertemu. Saya sangat bersemangat. Seseorang teman kakak kelas saya memberikan formulir yang harus di isi untuk bisa lebih mengenalnya.
Singkat cerita saya resmi bisa bersamanya. Hari-hari, berganti minggu, bulan dan bulan. Rasanya sungguh berat. Saya sangat ingin berada dia antara mereka-mereka yang juga mengenalnya, bercanda, berkumpul, berkegiatan bersama dll. Namun apa!!!!. Kata orang, kita satu keluarga, kita semua saudara dan harus saling peduli, tetapi kenyataannya?????. Yaahhh apalah saya yang baru dan masih malu-malu ini.
Tak jarang saya berangkat untuk lebih mengenalnya dan pulang lagi. Tak sampai tempat tujuan, hanya karena tak punya gandengan, memang tidak ada mereka-mereka yang peduli, kepedulian yang hanya sampai di pesan line. Saya kecewa dan ingin berhenti dan menyerah untuk tetap bertahan. Ternyta, rasa ingin berhenati lebih berat dari pada bertahan.
Pernah suatu saat, saya ingin pindah, pindah tempat. Saya tidak ingin bergabung dengan mereka yang sekrang. Saya mengadu dengan teman-teman seperjuangan, "andaikan boleh, saya ingin pindah bersama kalian, walaupun saya tidak berkuliah di kampus kalian, saya ingin bertahan, tetapi sakit untuk bertahan".
Seiring berjalannya waktu, masa itupun terlewati. Sepanjang masa itu ada beberapa yang selalu membuatku kuat, salah satunyapun mereka. Saya termotivasi untuk tidak kalah menyerah dihadapan mereka. Alhamdulillah tetap masih ada dia yang selalu mengajak. Dan sekarang saya berada di posisi dia, sekarang saya sangat memahami apa dan bagaimana yang dia rasakan. Terima kasih sudah membuat saya tetap ingin bertahan.
Tersebut sepenggal konflik yang saya alami di awal mengenalnya.
Berbeda zaman akan berbeda pula tantangannya. Dulunya konflik dengan yang lebih dulu, sekarang konflik dengan sebaya dan lebih lambat mengenalnya.
Apalagi saat ini, periode ini saya di amanahi sangat berat sekali menjadi ketua umum semoga Allah memberikan ampunan, berkah, dan hidayah selalu, serta kuat tabah hati, Aamiin.
Pesan saya kepadamu, setiap orang berbeda, begitu juga minat dan gaya kepribadiannya. Bukan berarti tidak hadir, tidak ada ketertarikan atau tidak dipercayakan, bisa jadi lawan sudah memahami.
bersambung.....







0 comments:
Post a Comment