Jum'at, 11 Desember 2020
Akhir-akhir ini Banjarbaru memang sering di guyur hujan. Kota di mana sekarang menjadi tempat pengabdianku.
Malam itu saya menghadiri acara organisasi bersama teman. Kebiasaan kami selalu berusaha berboncengan walau masing-masing mempunyai sepeda motor, karena upaya hemat polusi katanya 😆.
Tanpa diduga malam itu hujan mulai turun kisaran jam 23.00 padahal saat berangkat seingat saya suasana tidak mendung. Awalnya memang tidak begitu khawatir, karena kebetulan saat kami ingin pulang hujan tidak begitu deras.
Ternyata ketika melangkah menuju luar aula, ada Ibunda Aisiyah berada di depan luar aula, kamipun menghampiri dan sedikit berbincang sampai mobil ayahanda datang dan pergilah beliau. Kami menepi menuju sepedah motor, karena hujan semakin lebat. Ada satu dua hal yang sebenarnya membuat saya untuk tidak ingin cepat pulang. Akhirnya tarik ulur pun terjadi.
Tidak selang lama, ada senior saya yang menghampiri dan berkata "Aulia mana, masih kah?". "Pun, di sini ka". "Jangan pulang dulu Bu Imam handak meantarakan, hadangi lah".
Saya terkejut, karena Bu Imam adalah Ibunda yang tadi saat menunggu suami mengambil mobil berbincang dengan kami. Maasyaa Allah masa beliau balik lagi, cuma untuk ngantarkan saya pulang ke MBS. Tentu saya merasa bertanya-tanya dan bingung karena merasa siapalah saya, saya yang hanya pendatang baru di lingkaran Muhammadiyah Banjarbaru.
Ini foto ketika beliau pulang, yap diantar lewat belakang, you know kan belakang MBS kaya hutan
Terima kasih Ibunda Ayahanda, semoga Allah selalu melindungi setiap langkah Ibunda Ayahanda.
Terima kasih kepada ibu bapak saya yang telah menanamkan pelajaran-pelajaran bekal kehidupan di tempat baru. Terima kasih juga telah selalu mendoakan dan mengingatkan adik.






0 comments:
Post a Comment