Rabu-jum'at, 2-4 Mei 2018 PK IMM ULM Banjarmasin ikut serta meramaikan bazar yang diadakan oleh Hima Pendidikan Ekonomi FKIP ULM. Sebenarnya setiap tahun masing-masing HIMA di FKIP selalu mengadakan bazar dalam acara diesnatalisnya, namun baru kali ini IMM ULM dibukakan hati dan diberi kekuatan siap menerima segala resiko.
Kalau berbicara tetangga stand tentu membuat kita ciut, bagaimana tidak, mereka pekerjaan utamanya adalah pedagang yang lumayan terkenal di Banjarmasin, sedangkan kami adalah mahasiswa yang aktif kuliah :D.
Hari pertama, rabu, kami belum bisa menjual apa-apa. Sebenarnya info mengikuti bazar ini sudah sejak lama tetapi karena entah kelalaian atau ada kesibukan yang menjadikan semuanya terbengkalai. Memang di akhir april lalu ada kegiatan besar yang juga saya sendiri menjadi panitia sekaligus instruktur dadakan di acara tersebut. Namun sebenarnya itu tidak bisa diterima untuk dijadikan alasan. Ya! itu memang kekurang kami yang bisa melalaikan.
Di hari kamis kami memulai untuk menjual beberapa produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah, ludes.
Di hari berikutnya, jum'at kami menjual produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah di hari itu kami bisa berbagi dengan orang lain. dalam artian produk kami tidak habis. Karena banyak kecerobohan yang kami lakukan.
Mungkin jika membaca beberapa paragraf di atas, pembaca sudah bisa menyimpulkan bahwa kami adalah orang yang ceroboh dan lalai. Namun, sebenarnya itu hanyalah godaan bagi para pembaca. Sampai batas mana pembaca dapat menahan rasa suudzonnya.
Kami masih sangat baru belajar dan merintis, apalagi darah muda adalah dara yang menggebu-gebu, sehingga masing-masing mempunyai darah yang panas. bagaimana bisa memanagemen para kaum muda jika tidak ada yang tua. Oleh dari itu kami memberanikan diri untuk membuka stand di bazar ini untuk menambah list pengalaman dan dapat mengambil pelajaran dalam kegiatan tersebut.
pelajaran pertama, sebegitu pentingnya akan sebuah prencanaan. dalam teori memang sudah pernah kami pelajari khususnya saya karena memang kebetulan background prodi adalah pendidikan ekonomi. namun hanya tau teori. disini akhirnya saya dapat benar-benar memaknai sebuah teori.
pelajaran kedua, makna sebuah kebersamaan. dalam mempersiapkan semuanya di hari H sampai kita perlu untuk bermalam. menghabiskan malam bersama para kader. di stand pun kami sering berkumpul dan membahas apapun. seakan-akan kami hanya menyewa untuk duduk-duduk.
pelajaran ketiga, pentingnya harus berani promosi. kalau dilihat bentuk promosi sangatlah mudah namun ketika sudah praktik terjun itu rasanya sangat berat keculai dengan teman-teman sebaya.
itu dulu yang dapat saya bagi. terutama yang dapat diambil dan dirasakan adalah menahan rasa sabar di hati.
terima kasih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lagi-lagi di sini aku harus terus belajar bersabar setelah aku lulus ujian kesabaran di Pondok pesantren. semoga Allah mengistiqomahkan hati untuk selalu ada Dia di hati saya.
dan perlu diketahui untung kami sangat sedikit tetapi kami puas
























