Ini adalah cerita kali pertamanya
saya mengabdi di ikatan sebagai Instruktur. Lebih tepatnya saya sedang
menjalani masa permagangan. Saya mengikuti perkaderan khusus Latihan Instruktur
Dasar pada 26-29 Muharrom 1438 H/ 27-30 Oktober 2016 di Sidoarjo.
Jarak dari setelah saya mengikuti
LID dengan musim perkaderan juga luamayan lama. Iya.. di daerah saya
perkaderan utama Darul Arqam Dasar (DAD) itu seperti musim, ketika ada salah satu
komisariat mengadakan Darul Arqam Dasar sudah bisa di tebak
komisariat-komisariat lain pasti juga akan mengadakan. Ketika berkomunikasi
dengan teman-teman se-perkadderan LID mereka semua sudah pada magang di
perkaderan-perkaderan bahkan ada yang lintas cabang. Lah saya…. Karena belum
musim perkaderan magangpun belum bisa terlaksana.
DAD X IAIN Antasari Banjarmasin menjadi wadah kali pertamanya saya magang walaupun asal Komisariat saya dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Unlam Banjarmasin. –SENANG- tentu, sesuatu yang
sangat-sangat membuat penasaran, yang sangat-sangat ditunggu, bagaimana sih
rasanya…. (terkesan lebay sih :V). tetapi yah itulah yang saya
rasakan J. Walapun
saat itu saya tidak ditugaskan menjadi apa-apa L tetapi it’s ok saya tetap harus belajar.
Awal-awal diperkaderan rasa
canggungku sangat kental bahkan bisa dibilang keras hee. Bahkan dengan
teman-teman se-angkatan perkaderan DAD pun saya merasa canggung. Saya memang
sulit merasa nyaman dengan orang yang jarang bahkan mendekati tidak pernah
berbicara dengan saya. Tetapi kalau sudah memulai untuk bicara inshaa Allah
untuk seterusnya saya akan langsung merasa nyaman :D. jadi ketika orang yang
baru dikenal bertemu saya pasti kesan pertamanya adalah –saya pendiam bahkan
sombong L-.
Tapi seharusnya tidak boleh semuda itu menjudge seseorang, ini pelajaran
buat saya juga. wewww
Tetapi segalanya memang perlu proses,
tidak akan ada yang super duper instan. Mie instan yang sudah berlabel instan
pun perlu proses hingga bisa dimakan. Berubah pun perlu tahapan, Al-Qur’an pun
diturunkan secara bertahap bukan...
Sangat banyak pelajaran yang saya
ambil dari para peserta, panitia dan instruktur. Secara tidak sadar mereka
semua memberiku pelajaran yang sudah mengetuk hati saya dan perlu direnungkan. Bahkan di perkaderan
itupun memunculkan tanda tanya besar di
kepala saya, yang mungkin hanya akan bisa dijawab oleh waktu L… (pertanyaan yang
disensor)
Ini adalah foto TIM Instruktur di perkaderan Pimpinan Komisariat IAIN Antasari Banjarmasin. Saya harap berawal dari sini akan menambah kesan-kesan berbeda ketika ber-IMM. Akan lebih banyak keluarga satu ikatan yang semakin saya kenal dan semakin akrab tentunya.
Ini memang hanya sebagian TIM yang sempat berfoto, masih ada beberapa TIM yang kebetulan berhalangan pun pulang duluan dari arena perkaderan. Nampak dari kiri (laki-laki) berkaca mata ada immawan Audy Ridhani, immawan Ahmad Sholihin, immawan Mahlan Annaba, dan immawan Airul Syahrif. Nampak dari kiri (perempuan) berkaca mata ada immawati Syeksiana Putri Setiyani, immawati Nabila, immawati Aulia Kurnia Wati, dan immawati Misbatun Nisa.
Tentu masing-masing mempunyai rasa yang berbeda akan pengalamannya walaupun pengalaman itu dilakukan bersama.
Sekarang saya merasa benar-benar mempunyai keluarga…..
Sekarang saya merasa benar-benar mempunyai keluarga…..
Semoga ini adalah awal yang tidak
segera berakhir dan tidak akan berakhir….
Jayalah
Ikatan-ku
Jayalah
IMM-ku
billahifiisabiililhaqq
Yang lebih tidak kalah bahagia Alhamdulillah tulisan ini akhirnya selesai dan terposting ☺☺☺☺☺☺☺
salah khilaf mohon maaf....
billahifiisabiililhaqq
Yang lebih tidak kalah bahagia Alhamdulillah tulisan ini akhirnya selesai dan terposting ☺☺☺☺☺☺☺
salah khilaf mohon maaf....







0 comments:
Post a Comment