Wednesday, October 4, 2017

Cerita Saya Bersamanya

Selamat malam, selamat menikmati turunnya hujan

     Beberapa hari yang lalu satu kegiatan sudah terlewati. Tepatnya tanggal 1 Oktober telah lahir kader-kader baru yang baru digerakkan untuk bergabung di keluarga besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah umumnya, Komisariat UIN Antasari Banjarmasin khususnya.
     Semenjak setelah mengikuti perkaderan Darul Arqam Dasar tentu sudah sangat sering melihat dan membantu perkaderan yang ada. Dari yang hanya menjadi panitia bawang ke panitia beneran hingga menjadi seorang yang ditugaskan mengurus proses perkaderan itu, mungkin baru kali keduanya ini saya melelehkan air mata.
    Yang pertama ketika ada perkaderan di Tanah Laut yang kebetulan saat itu posisi saya lagi di Banjarbaru kemudian ditugaskan untuk membantu jalannya perkaderan di sana. Dengan penuh keadaan yang serba seadanya mereka bisa membuat hati ini tersentuh hingga berhasil mempengaruhi kelopak mata agar mengalirkan air yg tak tahan lagi ingin mengalir.
    Yang kedua yah baru beberapa hari yang lalu, tidak dapat ditutupi hari ke dua perkaderan tepatnya jum'at malam kelopak ini tak terbendung lagi. Semuanya tumpah begitu saja. Entah memang karena saya bingung harus bagaimana dengan keadaan semua ini sehingga hanya bisa meluapkan segalanya dengan hal itu. Di malam terkahir pun jujur saya menumpahkannya kembali, saat melihat para kader yang baru di bai'at mencium bendera dan berkata dengan lantang "saya IMM dan saya bangga seumur hidup". Ketika di di resapi benar benar kalimat itu sangat dalam maknanya. Sangat berat mengemban amanah yang bahkan langitpun runtuh tanda tak mampu. Namun tidak dengan manusia 😞
    Tentunya saya sangat berterima kasih dengan sahabat, keluarga, musuh dan segalanya yang sudah mau menyediakan pundaknya untuk sekedar menjadi penenang. Setia mendengarkan ocehan saya walau saya tau kalian pasti bore & males mendengarkannya. Lagi lagi pertemuan kami juga melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Allah saling memperkenalkan kita, mendekatkan kita, mengakrabkan kita, mengkeluargakan kita, mengajarkan kita, dan banyak lagi. Pernah saya termenung kalau tidak melewati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mungkin saya akan tidak kenal kalian yg di luar kampus Universitas Lambung Mangkurat bahkan satu kampus  dan satu prodi namun tidak saling kenal.
     "Hijrah itu sulit jika dilakukan sendiri" itulah yang saya rasakan. Berpakaian yang berbeda sejak awal masuk bangku kuliah dengan perasaan yang agak lumayan minder -karena pakaian saya tidak seperti pada teman yang lain- hingga tertanam sika 'masa bodo' juga tidak luput dari karena saya diarahkan menuju ini oleh Allah. Tentu saya merasakan sangat berat masuk di lingkungan baru yang keadaannya drastis luar biasa yang dari serba longgar ke serba kentat. Astaghfirullah.....
     Terima kasih

0 comments: