#2 SIDANG SKRIPSI: TIM HORE

Alhamdulillah, rasa syukur tidak terkira pada salah satu perkara yang dinantikan akhirnya terselesaikan. Jazakumullahu khair kepada seluruh pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung hingga titik ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga berkah rahmat illahi melimpahi jasa-jasa kalian..

Seputar Pondok Pesantren Nurul Amin Muhammadiyah Alabio

Di daerah Alabio terdapat sebuah pondok pesantren yang sederhana tapi patut diacungi jempol.

Paradigma Penjara Suci

Tentu pembaca sudah tau kan apa makna sebenarnya dari istilah penjara suci?. Ya… penjara suci adalah istilah sebutan untuk Pondok Pesantren.

Kemah Kader Sebagai Pemeriah Milad IMM ke 52 di Kalimantan Selatan

Salah satu bentuk pemeriahan milad IMM ke 52 yang dipersembahkan oleh IMMawan dan IMMawati Kalimantan Selatan adalah kemah kader yang diikuti oleh PC dan PK IMM se Kalimantan Selatan pada jum'at-sabtu, 18-20 Maret 2016 di lapangan SD Alam Landasan Ulin Banjarbaru.

Penghujung Periode

Ikatan Mahasiswa muhammadiyah Universitas lambung Mangkurat Banjarmasin

Tuesday, July 23, 2019

Kembali Menjadi Santri


       Niat awal mau menulis kegiatan setiap harinya selama di pesantren, jadi seperti 30 hari bercerita, tetapi setelah difikir-fikir kegiatan di pesantren kan katanya monoton cuma bangun tidur, mandi, ngaji, makan, ngaji lagi, terus ngaji lagi, bahkan sambil tidur juga ngaji lagi dan seperti itu saja terus. Lalu kalau setiap hari harus menulis cerita itu akan sangat membosankan, mungkin saya cuku hanya dengan copy paste. Walakhir, saya memutuskan untuk merangkum cerita per pekannya saja. Nanti mari kita buktikan apakah kegiatan di pesantren hanya monoton?!
       Hampir semua santri tentu selalu berfikir ketika masih menjadi santri selalu ingin cepat-cepat keluar dari penjara nan suci tersebut. Ya penjara suci adalah sebutan dari pesantren. Namun anehnya ketika benar-benar sudah keluar dan bebas akan selalu muncul kerinduan-kerinduan akan dunia pesantren.
   Bakan ada sebuah kesaksian dari seorang alumni santri sepekan setelah kelulusan hari-harinya dipenuhi dengan perasaan-perasaan yang tidak karuan dan sulit untuk digambarkan. Selalu ada keinginan untuk kembali ke penjara itu.
   Setelah empat tahun lulus dari pesantren saya memutuskan untuk kembali ke pesantren yang sama lagi. Tentu kembalinya saya disertai beberapa misi, tidak seperti sepuluh tahun yang lalu ketika petama kali masuk pesantren. 
     Minggu 14 Juli 2019 dini hari saya memutuskan untuk berangkat ke Pondok Pesantren Nurul Amin Muhammadiyah Alabio. Pesantren ini merupakan salah satu diantara salah dua pesantren Muhammadiyah yang ada di Kalimantan Selatan. Malam hari sebelum keberangkatan, sebenarnya saya sempat merasa sangat bimbang karena ada beberapa urusan yang belum terselesaikan. Namun pada akhirnya rasa yang menggebu-gebu dan ketawakalan ini mengantarkan saya tetap teguh untuk tetap berangkat.
       Pantau terus tulisan receh ini dan nantikan cerita pengalaman pribadi kembali menjadi santri. (Kunwa)

Thursday, February 28, 2019

Penghujung Periode

Hari ini
Warna ber-ikatanku semakin beragam
Kalian goreskan dengan penuh semangat
Semangat bergentar
Semangat beramal
Semangat berjalan
Semangat bermarah
Semangat beremosi
Semangat berbahagia
Semangat bermalas
hingga semangat tak berbalas

Terima kasih
Mataku menjadi bersih
Tak jarang dia mengalir
Hati perih
pikiran pening
kepala pusing
handphone tak berdering

Sendiri
Saat itu yang kurasakan
Ingin menyerah
karena tak tau arah

Ternyata tidak!
Lagi-lagi ku tak suka menyerah
Ku memilih berpindah

Kejutan bagiku
Kalian yang hadir untukku
Aku lesu
karena tak bernafsu
ku nafsu
tetapi ku tersipu

Mungkin inilah jalanku
Bismillah

Aku menikmati
hingga lupa diri
Ada rumah yang harus ku hidupi

Maafkan aku yang jauh dari sempurna
Aku bukan alat pemuas
Apalagi alat pengabul
Aku hanya manusia sederhana yang suka berkelana

Maafkan aku
Sebatas itu yang ku mampu
Inilah aku dengan segala kekuranganku
Semoga Allah memberkati aku, kamu, dia, mereka, dan kalian



Nestapa

Lagi-lagi bolehkah aku menyapamu?

Oh sepertinya bukan menyapa
Lebih tepatnya aku ingin bercerita

Sering ku merasa bodoh soal ''Cinta'
Mungkin rasa gengsi ini yang mendindinginya
Sehingga ku tak bisa belajar 'Cinta'

Gengsi?
Ah, maaf, nampaknya kurang tepat
Mungkin kau lebih setuju dengan
Ketakutan akan kekecewaan

Sering ku berkata dengan mereka 
"jangan lelah kecewa"
sedangkan ku sendiri takut untuk kecewa
Dasar aku!

Lagi-lagi cinta
Cinta
Cinta
dan
Cinta

Bukan karena trauma
Aku hanya korban penonton mereka-mereka pegiat cinta

Aku hanya ingin berkata, 
Siapkan dirimu ya
Tenang, ku tak akan berharap lebih

Wednesday, February 20, 2019

Rindu


Izinkan aku menyapamu malam ini
Ditemani nyamuk yang tak tau diri
Terbelenggu dalam ruangan yang tak tersinari

Gelap
Aku gelagapan
Hahaha

Terlarut
dan terus melarut
Akhirnya berlarut-larut

Apa kabar?
Ah, untuk apa ku tau kabarmu

Yang terpenting adalah kepastianmu!
Kepastian akan keadaanmu dalam baik-baik saja

Aku hanya ingin tau
Tanpa kau tau tentang citaku

Aku ingin menyapamu
Tanpa harus melihatmu

Terima kasih
Soalku akan dijawab oleh waktu

Aku ingin bilang
Aku rindu

Saturday, September 15, 2018

Menerima

   


    Menerima adalah bukan kata yang sederhana. Jika ada anggapan bahawa menerima adalah sederhana maka saya sangat kagum padanya.
     Menerima erat kaitannya dengan ikhlas. Iklas dengan segala sesuatu yang terjadi dengan lapang dada.
     Dihujani dengan kenyataan-kenyataan tidak sesuai ekspektasi, masalah-masalah hati, persahabatan, pertemanan, kekeluargaan, hubungan, pasangan lalu harus belajar untuk mengikhlskan
     Kunci menerima perlu keikhlasan maka liberasi ikhlaspun harus diputuskan. Tidak bisa berhenti sampai menggali sedalam-dalamnya lalu menimbun, namun bergulatlah dengan semua timbunan tanah itu. (Kunwa)




Friday, June 8, 2018

Paradigma Penjara Suci

Prosesi perpisahan dengan segala kesederhanaan yang meninggalkan sejuta kesan di Pondok Pesantren tercinta Nurul Amin Muhammadiyah Alabio
        Tentu pembaca sudah tau kan apa makna sebenarnya dari istilah penjara suci?. Ya… penjara suci adalah istilah sebutan untuk Pondok Pesantren. Pertama kali saya mendengar istilah ini ketika ada yang membawakan puisi berjudul penjara suci di musabaqah tahunan.
      Dulu kebanyakan orang memiliki anggapan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu agama dengan intensif. Namun, semakin kemari anggapan masyarakat sudah berubah. Pondok Pesantren adalah tempat untuk mengungsikan anak-anak yang bandel. Saya pernah terlibat dalam sebuah diskusi di kelas mengenai mendidik anak. Dan solusi untuk mendidik anak yang bandelatau susah diatur adalah dengan memasukkan ke Pondok Pesantren. Miris sekali saya mendengarnya. Bayangkan saja jika semua anak nakal masuk Pondok Pesantren kemudian si sesama yang dicap nakal itu berteman??? Mereka akan semakin bersemangat karena bertemu dengan sejenisnya.
      Sebenarnya tidak ada yang salah dengan niat baik dan ikhtiar dari si orang tua yang menginginkan lingkungan yang lebih baik untuk anaknya. Namun perlu disadari sebelum ingin mendaftarkan anak mereka di Pondok Pesantren harus ada pendahuluan dengan latar belakang atau pengantar dan alasan  yang tepat dari orang tua. Bukan justru malah dengan kalimat
      “jika kamu nakal kamu bapak/ibu masukkan ke pesantren”
      “bapak/ibu tidak sanggup lagi mendidik kamu, akan kami masukkan ke pesantren”  atau
     “kamu sulit sekali diatur, bapak/ibu daftarkan ke pesantren”.

      Pembaca yang budiman tentu tidak setuju dengan kalimat-kalimat tersebut bukan?. Itu semua akan meninggalkan kesan di diri anak bahwa saya dimasukkan di pesantren karena diungsikan oleh orang tua, karena saya nakal dan sebagainya. Main untung-untungan kalau si anak mau berfikir lalu berubah, kalau dia justru memberontak dan pada akhirnya kharisma, wibawa orang tua akan hilang di mata anak.

     Alangkah lebih baiknya jika mengganti mindset. Mengembalikan pemikiran bahwa Pondok Pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu agama. Kemudian memberikan pengertian kepada anak bahwa didaftarkannya si anak ke pesantren adalah untuk menuntut ilmu agama, untuk belajar agama, agar lebih faham dan belajar untuk mengamalkan di lingkungan pesantren dulu, serta agar selamat di dunia dan akhirat, juga menjelaskan pesantren adalah tempat pendidikan terbaik . tentu ada harapan dibalik itu semua, tetapi cukup disimpan dalam hati dan disampaikan kepada Rabb bahwa ini adalah ikhtiar bapak/ ibu menyelamatkan anak dan semoga si anak diberi pemahaman agama sehingga daat merubah prilakunya.

                Dengan seperti itu, semuanya akan terasa ringan, bukan?. Si anak akan merasa bahwa orang tuanya sangat memperhatikan pendidikannya. Mengharapkan anaknya mendalami ilmu agama. Sangat peduli dengan dirinya dan sebagainya. Juga si anak akan memahami kenapa ia masuk pesantren.

                Mari kita menjadi masyarakat yang cerdas dalam memaknai dan melihat sesuatu. Sebuah kalimat negative akan sangat mudah diingat dan bahkan sangat merekat dalam fikiran manusia, tetapi, jika kalimat baik justru akan mudah sekali hilang dari ingatan.

                Saya menulis seperti ini karena kebetulan saya juga seorang santri yang sekarang naik tingkat jadi alumni santri. Dunia alumni santripun sangat menakutkan, mungkin akan saya bahas dipostingan selanjutnya.

                Dan mari kita sama-sama belajar ilmu agama di temapt yang lebih strategis dan cocok. Saran saya adalah dengan mendaftarkan di pesantren. Apalagi melihat arus zaman yang semakin sulit ini. Khawatir anak tidak dapat membentengi diri dan orang tua juga bisa luput untuk pengawasan. Dan terutama jangan lupa kalimat pengantar adalah hal yang penting.

                Mari kembali ke pendidika pesantren