#2 SIDANG SKRIPSI: TIM HORE
Alhamdulillah, rasa syukur tidak terkira pada salah satu perkara yang dinantikan akhirnya terselesaikan. Jazakumullahu khair kepada seluruh pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung hingga titik ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga berkah rahmat illahi melimpahi jasa-jasa kalian..
Seputar Pondok Pesantren Nurul Amin Muhammadiyah Alabio
Di daerah Alabio terdapat sebuah pondok pesantren yang sederhana tapi patut diacungi jempol.
Paradigma Penjara Suci
Tentu pembaca sudah tau kan apa makna sebenarnya dari istilah penjara suci?. Ya… penjara suci adalah istilah sebutan untuk Pondok Pesantren.
Kemah Kader Sebagai Pemeriah Milad IMM ke 52 di Kalimantan Selatan
Salah satu bentuk pemeriahan milad IMM ke 52 yang dipersembahkan oleh IMMawan dan IMMawati Kalimantan Selatan adalah kemah kader yang diikuti oleh PC dan PK IMM se Kalimantan Selatan pada jum'at-sabtu, 18-20 Maret 2016 di lapangan SD Alam Landasan Ulin Banjarbaru.
Penghujung Periode
Ikatan Mahasiswa muhammadiyah Universitas lambung Mangkurat Banjarmasin
Thursday, February 28, 2019
Nestapa
Wednesday, February 20, 2019
Rindu
Saturday, September 15, 2018
Menerima
Menerima adalah bukan kata yang sederhana. Jika ada anggapan bahawa menerima adalah sederhana maka saya sangat kagum padanya.
Menerima erat kaitannya dengan ikhlas. Iklas dengan segala sesuatu yang terjadi dengan lapang dada.
Dihujani dengan kenyataan-kenyataan tidak sesuai ekspektasi, masalah-masalah hati, persahabatan, pertemanan, kekeluargaan, hubungan, pasangan lalu harus belajar untuk mengikhlskan
Kunci menerima perlu keikhlasan maka liberasi ikhlaspun harus diputuskan. Tidak bisa berhenti sampai menggali sedalam-dalamnya lalu menimbun, namun bergulatlah dengan semua timbunan tanah itu. (Kunwa)
Friday, June 8, 2018
Paradigma Penjara Suci
![]() |
| Prosesi perpisahan dengan segala kesederhanaan yang meninggalkan sejuta kesan di Pondok Pesantren tercinta Nurul Amin Muhammadiyah Alabio |
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan niat baik dan ikhtiar dari si orang tua yang menginginkan lingkungan yang lebih baik untuk anaknya. Namun perlu disadari sebelum ingin mendaftarkan anak mereka di Pondok Pesantren harus ada pendahuluan dengan latar belakang atau pengantar dan alasan yang tepat dari orang tua. Bukan justru malah dengan kalimat
“jika kamu nakal kamu bapak/ibu masukkan ke pesantren”
“bapak/ibu tidak sanggup lagi mendidik kamu, akan kami masukkan ke pesantren” atau
“kamu sulit sekali diatur, bapak/ibu daftarkan ke pesantren”.
Wednesday, June 6, 2018
Problematika, Dilematika Ujian: Bagaimana, Pilih yang Mana
Hari ini saya kembali dikecewakan oleh diri sendiri. Akibat kenangan beberapa tahun lalu yang terukir bersama di masa putih abu-abu. Ini bukan kenangan biasa. Kita menjalani hampir 3 tahun. Dan semua kenagan itu hancur di akhir tahun ke 3. Sedikit mengecewakan, tetapi memang kehancuran itu sudah sesuai prosedur, sesuai perjanjian tak tertulis kita. Dan hari ini saya dibuat untuk teringat masa-masa itu. MALU…. Saya MALU dibuatnya….
Monday, June 4, 2018
Buka Stand Yakin Untung atau Berani Buntung
Rabu-jum'at, 2-4 Mei 2018 PK IMM ULM Banjarmasin ikut serta meramaikan bazar yang diadakan oleh Hima Pendidikan Ekonomi FKIP ULM. Sebenarnya setiap tahun masing-masing HIMA di FKIP selalu mengadakan bazar dalam acara diesnatalisnya, namun baru kali ini IMM ULM dibukakan hati dan diberi kekuatan siap menerima segala resiko.
Kalau berbicara tetangga stand tentu membuat kita ciut, bagaimana tidak, mereka pekerjaan utamanya adalah pedagang yang lumayan terkenal di Banjarmasin, sedangkan kami adalah mahasiswa yang aktif kuliah :D.
Hari pertama, rabu, kami belum bisa menjual apa-apa. Sebenarnya info mengikuti bazar ini sudah sejak lama tetapi karena entah kelalaian atau ada kesibukan yang menjadikan semuanya terbengkalai. Memang di akhir april lalu ada kegiatan besar yang juga saya sendiri menjadi panitia sekaligus instruktur dadakan di acara tersebut. Namun sebenarnya itu tidak bisa diterima untuk dijadikan alasan. Ya! itu memang kekurang kami yang bisa melalaikan.
Di hari kamis kami memulai untuk menjual beberapa produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah, ludes.
Di hari berikutnya, jum'at kami menjual produk produksi kader sendiri. dan alhamdulillah di hari itu kami bisa berbagi dengan orang lain. dalam artian produk kami tidak habis. Karena banyak kecerobohan yang kami lakukan.
Mungkin jika membaca beberapa paragraf di atas, pembaca sudah bisa menyimpulkan bahwa kami adalah orang yang ceroboh dan lalai. Namun, sebenarnya itu hanyalah godaan bagi para pembaca. Sampai batas mana pembaca dapat menahan rasa suudzonnya.
Kami masih sangat baru belajar dan merintis, apalagi darah muda adalah dara yang menggebu-gebu, sehingga masing-masing mempunyai darah yang panas. bagaimana bisa memanagemen para kaum muda jika tidak ada yang tua. Oleh dari itu kami memberanikan diri untuk membuka stand di bazar ini untuk menambah list pengalaman dan dapat mengambil pelajaran dalam kegiatan tersebut.
pelajaran pertama, sebegitu pentingnya akan sebuah prencanaan. dalam teori memang sudah pernah kami pelajari khususnya saya karena memang kebetulan background prodi adalah pendidikan ekonomi. namun hanya tau teori. disini akhirnya saya dapat benar-benar memaknai sebuah teori.
pelajaran kedua, makna sebuah kebersamaan. dalam mempersiapkan semuanya di hari H sampai kita perlu untuk bermalam. menghabiskan malam bersama para kader. di stand pun kami sering berkumpul dan membahas apapun. seakan-akan kami hanya menyewa untuk duduk-duduk.
pelajaran ketiga, pentingnya harus berani promosi. kalau dilihat bentuk promosi sangatlah mudah namun ketika sudah praktik terjun itu rasanya sangat berat keculai dengan teman-teman sebaya.
itu dulu yang dapat saya bagi. terutama yang dapat diambil dan dirasakan adalah menahan rasa sabar di hati.
terima kasih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lagi-lagi di sini aku harus terus belajar bersabar setelah aku lulus ujian kesabaran di Pondok pesantren. semoga Allah mengistiqomahkan hati untuk selalu ada Dia di hati saya.
dan perlu diketahui untung kami sangat sedikit tetapi kami puas



















